RINDU MAKKAH
Ada bait-bait yang tertinggal di tanah suci
saat firman-Mu diperdengarkan
bak gemericik air yang tenang
bagai samudera tanpa ombak
bagai samudera tanpa gelombang
hening melukis tahta di atas asry Yang Agung
lalu, kusapa asma-Mu, wahai Tuhanku Yang Mahaindah
bilamana dapat kupijakkan kaki ini di rumah-Mu
ingin kuhela nafas yang terasa dekat saat kusebut nama-Mu
menengadahkan dua tanganku yang lemah
pada malam-malam dimana malaikat sibuk bertasbih
ketika alam semesta merendah mengibar aroma surga
dan pintu-pintu langit meninjau suara hamba-Mu yang berdoa
izinkan aku mengetuk pintu-Mu dengan ketidakberdayaanku ya Allah
biarkan aku sedetik mampu mengecup
ramah dua syahadat saat jasad dan ruhku hanya mampu memimpikan
berkunjung ke rumah-Mu
bilamana waktu itu datang
adakah tanda cinta paling indah selain menyeri nama-Mu?

























0 komentar:
Posting Komentar