Kami adalah sekumpulan organisasi ROMLI
Simak ceritanya bersama El Shooriya
Di Akhir Perjalananku
Teng teng... bel pulang berbunyi...
Tiba - tiba bahuku tertahan oleh tangan galak, seketika aku menoleh.
"nanti malem muncak yuk, mumpung malam minggu..."tawar suara ramah itu.
"aneh...besok senin aku tes Cak..."
"buat refresh kok Neng...lumayankan?"jawabnya sambil menaikkan kedua alisnya.
"boleh juga..."jawabku tak kalah lebay.
Akhirnya sore itu kami geng ROMLI tancap ke perumahan di desa Medini.
Malam itu, tak seperti malam - malam biasa kami muncak bareng, karena tadi pas berangkat sempat ketemu sama Bu Guru dengan wajah tidak rela atas kepergianku. "ingat kamu sudah kelas tiga, kurangi jadwal keluyuranmu", itu pesan yang bikin aku galau malam ini. tetapi tetap saja aku tidak melewatkan kesempatan ini. bagaimana mau melewatkan jika sudah tergiur pemandangan di atas sana.
Kegiatan muncak kali ini seprti biasa, membawa luka - luka goresan di sana sini, dan yang pasti lelah menimbun tubuh kami. tapi tidak mengapa kami sudah biasa . Walaupun aku anggota paling "mini" , tapi dalam setengah tahun terakhir ini aku berhasil mengikui jejak mereka kemanapun ROMLI mendirikan kegiatan.
Hari Senin pagi, berarti saatnya hari pertama UAS Gasal. Aku menyesal melewatkan waktu belajar untuk muncak. Al hasil blank semua materi dalam memori otakku, yanga ada hanya lelah dan kantuk yang bersarang.
Dan.... pada penerimaan raport...
"anif...kemari sebentar..."panggil Bu Rocha.
"iya bu..." jawabku melas juga males.
"lihat ini nilai kamu..." ia menyodorkan raport.
"haaa...."aku ternganga tak percaya benar dengan semua ini dan tessss air mata mulai mengalir.
"buat apa kamu menangis?menyesalkah?percuma ... air mata tidak akan menggantikan nilaimu jika kamu tidak mencoba berubah. "
Dan.... itu semakin membuatku tidak nyaman, 1 , 2 , 3 , aku berlari sejauh mungkin dari gerombolan teman - teman yang mulai mendekat
aku benar - benar menyesal . aku ingin segera berhenti dari semua ini.
























0 komentar:
Posting Komentar